Dapet dari kaskus
Email Dari Pak Hengki
Setelah pak SBY meresmikan diorama sejarah di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia – ANRI, yang terletak di Jalan Ampera, pada tanggal 31 Agustus 2009 lalu (Foto dari Detik Foto, dimana ketua ANRI menunjukan diorama cara ibu Fatmawati menjahit Bendera Pusaka), saya menyempatkan untuk mengunjungi gedung tersebut pada saat liburan lebaran tahun ini. Koleksi film, foto, visualisasi dan informasi interaktif yang tersedia, menurut saya termasuk salah satu yang terbaik di Indonesia (mungkin bisa bersaing dengan museum-museum kelas dunia).
Terus terang saya sangat kagum terhadap koleksi dan penyampaian informasi yang cukup inter-aktif di lobby gedung tersebut. Sebagai contoh ada koleksi lagu-lagu nasional Indonesia dari berbagai daerah yang dengan mudah didengarkan melalui pemencetan berbagai tombol pada touch screen. Ada informasi tentang para pahlawan dari seluruh penjuru Indonesia, cukup dengan menggunakan touch screen, yang kemudian diikuti oleh peta Indonesia yang menyala saat nama Pahlawan dimasukan kedalam layar komputer. Juga ada informasi tentang budaya masing-masing daerah di Indonesia, yang dengan mudah tervisualisasikan di layar-layar yang cukup besar, dengan menekan-nekan berbagai tombol di interactive screen.
Selidik punya selidik, rupanya seluruh karya-karya visualisasi interaktif (IT) di gedung ANRI tersebut, adalah karya para alumni ITB dari Jurusan Informatika angkatan 2005, yang tergabung dalam Ganesha IT Solution (GITS). Mereka membuat aplikasi interaktif dengan menggunakan “touch screen”, sehingga berhasil mengilustrasikan bagaikan kita sedang membuka sebuah buku sejarah (lihat foto dikiri). Team dari IF 2005 yang berperan di gedung ANRI adalah :
- Ibnu Sina Wardy
- Imaduddin Amin
- Irfan Hanif
- Rahmat Izwan Heroza
- Ray Rizaldy
Saya sempat mendapatkan penjelasan langsung dari Ray Rizaldi (lihat foto Ray didepan salah satu touch screen karya mereka). Ray bercerita tentang kiat-kiat mereka membuat aplikasi tersebut diatas. Tidak lain saya hanya sempat terkagum-kagum mengapresiasi kecanggihan karya para alumni ITB dari Jurusan Informatika. Kelompok ini dipimpin oleh seorang alumni ITB juga yaitu pak Azhari. Rupanya teman-teman IF-2005 di GITS, memang mendalami bidang Interactive Surface atau Multi-touch application (silahkan saksikan video aplikasi ini). GITS telah mengekspor produknya ke Malaysia untuk digunakan sebagai“promotion screen” perusahaan Petronas di berbagai kota di Malaysia. Mereka tentu sangat berminat bila perusahaan-perusahaan di Indonesia menggunakan produk GITS untuk aplikasi ini di gedung-gedung ataupun di perusahaan-perusahaan Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, SesMenko Kesra, Dr Indroyono (GL-73) mengeluarkan tantangan, “apakah GITS sanggup untuk mengubah museum-museum di Indonesia menjadi lebih menarik dan interaktif seperti di gedung ANRI tersebut ?”. Karena menurut Pak Indroyono, tahun 2010 adalah “Tahun Visit Museum Year”. Tentu rekan-rekan dari GITS langsung menjawab “sanggup”.
Bravo kepada rekan-rekan alumni ITB dari Jurusan Informatika, karena anda-anda telah ikut melestarikan sejarah bangsa melalui teknologi karya putra-putri Indonesia yang sangat menarik.

